Resolusi 2012, Maju Jaya!!

Posted: January 20, 2012 in Rupa-Rupi

Postingan tahunan :p. Udah pernah baca postingan gw sebelumnya tentang Resolusi 2011? Ini hasilnyaa!!

  1. Meng-OATkan 1 prospek : gagal bubar kena hujan gemetar, aaakh!! Ga jelas banget, tiap tahun gw dirotasi ya mana ada yg kelar kerjaannya. Udah ah! (*mencak2).
  2. Melanjutkan studi S2 : yippi2 yee..:D. Saya sudah semester 3..Walo IPK saya tidak digjaya yang jelas sudah semester 3. Doakan nanti Juni saya bisa menyusun thesis dengan segera yaaa..
  3. Bisa berenang : tunggu banjir dulu kale. Ga lagi2 deh gw buat resolusi ini, susah tercapainya :p.
  4. Bagusin rumah : yah lumenjen..sebagian sudah didak sehingga bocor2 terbang jauh sana. Ruang cuci jemur sudah dipindahkan ke atas dan dibuatkan yang lebih rapi. Taman dalam rumah juga sudah diperindah dikiiiit..Yah, bolehlaaah :D :D .
  5. Liburan ke luar negeri minimal 1x : Eh beneran cuma 1x bo (*tepok jidat). Itu juga gratis karena business trip dari kantor. Ke Canada tapinya, wkwkwkw. 21 jam perjalanan, mati rasa krn jauhnya. Ok, accomplished!
  6. Liburan ke dalam negeri yang rada jauhan (perjalanan mobil > 5 jam) : udah tu, honeymoon ke Jogja. Mission accomplished!
  7. Kurusan (rajin fitness) dan modisan : turun 7 kg, wkwkwwk. Eeeeh..di penghujung tahun gw naik 4 kg, siyaaal. Modisan..keknya sih iya :p.
  8. Rajin puasa Senin-Kamis : sujud minta ampun kepada Allah SWT. Belum tercapai..

Tapi gw bukan yang paling parah. Wuih, ada tuh 2 temen gw yang menargetkan turun berat badan minimal 8 kg eh jadinya malah naik 8 kg. Bener2 edaaaan..ahahahah.

Beklah, tak usyah berlama2, mari kita simak apa saja resolusi 2012 gw :

  1. BB balik lagi ke 54 kg : ga usah dijelasin lah ini, basi.
  2. Mengumpulkan dana darurat minimal 3x pengeluaran sebulan : ini penting banget karena baru2 ini gw mengalami problema (cieh!) yang mau ga mau emang butuh dana liquid lumayan banyak. Terseok2 banget dan terpaksa mengais2 simpanan apaaa kiranya yg bisa kita cairkan (baca : suami ga suka berhutang ke siapapun). Dana darurat sebelumnya kepake buat renov rumah si…(bletak!).
  3. Mencintai apa yang dikerjakan : terutama masalah pekerjaan kantor nih :p
  4. Kuliah dengan serius : biar IPK-nya ga lemas mulu.
  5. On time, on promise : mau belajar tepat waktu dan tepati janji dengan serius.
  6. Go green : hemat2 listrik, hemat bahan bakar, kurangi plastik, manfaatkan kertas bekas, dan yang lain2nya.
  7. Mulai mencoba berbisnis : ga mau gw kerja keras ampe tua. Tapi masih bingung, bisnis apaan yak? Baca2 dulu deh, minimal :D .

Nah, bagaimana dengan resolusimu kemarin?

“Cinta itu seperti tanaman..harus sering dipupuk agar tetap segar”

Terhitung 2009 sebagai honeymoon gw yang pertama, maka tahun 2011 ini terpilih sebagai tahun honeymoon gw yang kedua bersama suami tercinta (prikitiw!). Dan seperti yang sudah kami sepakati bersama : “Jelajahi Indonesia dahulu sebelum menginjak ke luar negeri”, maka tersebutlah Jogja sebagai kota pilihan dengan alasan berikut : 1) Kami berdua bertemu dan 3 tahun merajut kasih disana, 2) Sudah 6 tahun ga pernah kesana lagi. Apa kabar Jogja sekarang?

Namanya juga honeymoon, ya berdua ajalah yaa :D . Kita menumpang pesawat Air Asia dimana sebelumnya kami mengalami kesialan terlebih dahulu. Apa pasal? Gini loh, demi menghemat pengeluaran kami mengundur waktu keberangkatan selama seminggu (jadi hemat 800 ribu tuh ya, catet.). Eh pada hari H-nya, gw en suami terlalu santai berangkat ke bandara, gataunya sampai di counter check-in Air Asia, pesawat udah mau berangkat 30 menit lagi. Peraturan Air Asia, counter tutup 45 menit sebelum berangkat. Tiada tawar menawar kecualiiiii anda sudah check-in via web. Lah! Tahun 2009 dulu peraturannya perasaan kagak begitu deh! (masih tetep membela diri). Udah merayu, merengek, mpe sedikit mengintimidasi karena kesal, tetep ga digubris. Di satu sisi gw salut dengan komitmen Air Asia, pantaslah pesawat ini selalu on-time, ga kayak “si itu tuuuh”. Di sisi lain, huk…kembalikan uang gw…(mewek)!! Jadilah yang tadinya mau menghemat 800 rb akhirnya malah mengeluarkan duit lagi 1 juta buat beli tiket baru. Pengen untung malah buntung jadinya. Lalu apakah honeymoon kami menjadi muram? Ah rasanya terlalu lebay kalau menjadikan hal itu sebagai noktah merah di rencana indah ini. Bawa nyantai, 5 menit berikutnya kami udah ketawa ketiwi lagi deh :p.

*Lesson learned : pastikan anda sudah melakukan online check-in, karena bila check-in langsung di counternya malah dikenai biaya.

Dan selama di Jogja, apa sajakah yang kami lakukan ?

1. Menginap di Victoria Hotel.

Ini hotel rekomendasi dari temen gw. Dengan harga yang relatif murah, kami mendapatkan kamar yang menyenangkan. Konsep hotel ini temasuk unik, karena menggabungkan antara hotel dengan kompleks perumahan elit. Jadi hotel Victoria ini dikelilingi oleh cluster2 rumah yang lucu2. Nih gw fotoin. Secara pribadi, gw merekomendasikan hotel ini karena dekat dengan bandara (paling lama 10 menit), penginapannya nyaman, pelayanan memuaskan, dan lumayan murah. Kamarnya 1 tipe aj yaitu Deluxe dengan harga Rp 485rb/malam. Kalau booking via Agoda bisa lebih murah. Pagi-pagi bisa mengelilingi komplek perumahannya :D .  Makanan aj yang variasinya agak kurang..tapi so far so goodlah.

2. Menyewa motor untuk jalan2.

Gw dan suami sudah seiya sekata, bahwa nanti di Jogja kami harus kembali ke suasana seperti dulu kami pernah pacaran. Karena dulu waktu zaman kuliah, gw pacaran naik Shogun warna merah, yaud, kita sewa motor juga! Sayang dapatnya Yamaha Mio, bukan Shogun tapi lumayanlah, warna merahnya adaaa, heheeh. Sewanya di sini, cuma 50 ribu/hari, diantar dan dijemput. Kemana2 naik motor, bener2 berasa kayak dulu lagi deh. Dibanding Jakarta yang super duper macet, Jogja lebih ramah walau gw yakin in the next 5 years bakal macet kayak Jakarta juga :D .

3. Mengunjungi tempat makan favorit kami yang dulu.

Mulai dari Ayam Bakar Bu Tuti di Selokan Mataram, Burger Monalisa di Jl Kaliurang, SGPC Bu Wiryo di Selokan, Sate Samirono di Jl Colombo, Nasi Gudeg di Jl Urip Sumoharjo, sampai mengunjungi kios yang sama di Tempat Pelelangan Ikan di Pantai Depok. Menurut gw tidak ada rasa yang berubah, tidak ada. Kecuali harga yang naik, itu juga dikit banget.  Bahkan gw makan dengan lauk yang sama dengan 10 tahun yang lalu di Ayam Bakar Bu Tuti. Masih sama rasanya! Lauk yang dijual variasinya juga masih sama. Senang tapi agak miris juga. Senang karena jadi bener2 back to old memories. Miris karena itu berarti warung Ayam Bakarnya sama sekali tidak ada peningkatan selama 10 tahun :( . Tapi rezeki mah Allah yang atur ya..

4. Mengunjungi kampus UGM dan kost2an lama.

Melewati lagi jalan yang biasa kami susuri  saat pulang pergi kuliah, mengetuk pintu kost2an lama, bersilaturahmi dengan penjaga kost-annya, berfoto, dan mengingat2 hal lucu apa saja yang terjadi disana. Sampai kost-an temen2 kuliah pun kami datangi saking kangennya. Kita juga ke kampus buat silaturahmi dengan dosen. Nah!! Di kampus ini gw ketinggalan HP padahal baru beli 2 bulan yang lalu, itu juga nyicil 6 bulan huuuu… Dalam hati gw masih positif thinking bahwa mahasiswa/i UGM baik2 dan ga mungkin untuk mencuri. Walau gitu air mata ini meleleh juga mengingat gw beli hp baru itu juga karena hp yang lama hilang, huwaaa!! Eh tapi alhamdulillah banget, sms yg gw kirim ke hp gw lewat hp suami berbalas positif. Tersebutlah Ketut, anak Teknik Kimia angkatan 2010 mengembalikan hp gw tanpa kurang suatu apapun. Duh makasih ya dek..semoga Allah membalas jasamu.

5. Mengunjungi Keraton Jogjakarta

Aneh, benar2 aneeeh!! 5 tahun di Jogja, 5 tahun kami ga pernah ke Keraton, helloooow..! Kami pun memulai rute ilmu ini dari Kraton Jogja yang bagian depan diiringi guide. Karcis masuknya 3rb (nambah 1rb kalo bawa kamera). Murah banget ya?! Disini kami mendengar sejarah Kraton Jogja dan para sultannya. Guide yang kami sewa sangat informatif. Jadi lumayan tau banyak nih sejarah Jogja (uhuk!). Kami juga pergi ke Museum Kereta. Wah ini fave gw banget deh. Harga tiketnya juga sama, 3rb! Kalau ga, 5rb, lupa. Menurut gw sih terlalu murah, soal isi museumnya lumayan berbobot. Pastikan anda bersama guide karena apalah artinya memandang jika tidak mengetahui makna di baliknya, tsaaah! Nah di dalam museum ada lebih dari 20 kereta zaman kerajaan. Ada kereta yang khusus digunakan untuk nikahan, ada yang untuk mengusung mayat, ada keretanya Pangeran Diponegoro, ada kereta untuk jalan2 di benteng, kereta pengangkut para penari, kereta kirab, wih macam2. Ada yang ditarik 2 kuda, 4 kuda, sampai kereta terbesar ditarik oleh 8 ekor kuda. Ngeeng…pasti gagah banget rasanya ya kalo ada dalam kereta yang ditarik 8 ekor kuda (slurp!). Ada kereta yang dihadiahi dari Kerajaan Belanda, ada yang dibuat di Indonesia. Yang pasti dipercayai, semua kereta ada penunggunya :D .

Setelah itu gw kunjungi Keraton utamanya yang rada jauh. Kita pakai becak, kira2 5 menitlah. Guidenya beda tuh, jadi kita bayar dulu. Seikhlasnya..Sayangnya waktu sampai Keraton Utama, udah jam 4 lewat padahal kraton tutup jam 5, walhasil guide untuk tamu Indonesia yang tersedia cuma tinggal satu. Ibu-ibu paruh baya, udah gitu ga bersahabat pula. Main tinggal2 aj dan tidak menjelaskan tentang apapun. Pan gw bingung jadinya. Ya udah gw tinggal aj guidenya sambil komat-kamit “mang cuma lo yg bisa ninggal2in orang?” :( . Eh ternyata di ujung jalan si ibu nungguin gw dan bilang, “Kemana aj sih Mbak, saya tungguin dari tadi?” (dengan muka sewot). “Loh, bukannya Ibu ya yang ninggalin saya?” (menjawab tak kalah sewot). Syaaat…gw pun berlalu darinya, biarlah dia temani tamu yg lain, gw n suami bisa ngurus diri sendiri.

Di Keraton utama ini, ada 2 sultan yang menonjol dari yang lainnya, yaitu sultan ke-8 dan ke-9. Ada begitu banyak renovasi yang dilakukan oleh Sultan ke-8. Ada begitu banyak barang yang dicap dengan namanya. Namun ada begitu banyak peninggalan juga dari Sultan ke-9, mulai dari alat makannya, alat masaknya, baju2nya, sampai cuplikan amanat penobatan HB-IX, “Walaupun saya telah mengenyam pendidikan barat yang sebenarnya, namun pertama-tama saya adalah dan tetap adalah orang Jawa”. Saluuut!!

Oh iya, ada satu lagi tempat yg kudu didatangin yaitu Museum Ullen Sentalu. Museum ini sebenarnya didirikan tahun 1997, tapi kurang gencar promoso keknya. Soal sampai 2005 gw di Yogya kok ya ga pernah dengar nama museum ini. Eniwei, ini museum punya pengusaha batik. Dibuat di puncak Kaliurang, dibangun dengan tanpa menebang pohon sebatangpun. Tempatnya bersih, semua lukisannya terjaga, ruangan ber-AC, dan ada guidenya yang akan menjelaskan kepada kita panjang dan lebar tentangg sejarah Yogya. Pastikan datang, tiketnya 25rb/orang, recommended! Klik aj link di atas.

6. Menonton Pagelaran Rama Shinta di Candi Prambanan.

Ini juga, udah malang melintang di dunia per-Jogja-an kok ya baru sempat nonton Rama Shinta-nya sekarang. Pertunjukan ini diadakan sepanjang masa. Pada musim penghujan, pertunjukan diadakan di dalam gedung dengan kapasitas penonton 3oo orang dan pemain 50 orang. Pada musim kemarau, pertunjukan akan diadakan di luar dengan latar belakang Candi Prambanan, kolosal, dengan jumlah pemain mencapai 200 orang dan penonton bisa 1000 orang. Sayang kami datangnya di musim penghujan. Walau begitu, pertunjukan tetap memuaskan. Dibanding dengan Rama Shinta di Uluwatu Bali, cerita Rama Shinta disini lebih bisa dipahami. Mungkin karena durasinya yang 2 jam. Tidak membosankan karena ada adegan lucunya dan para penarinya pun cantik2. Harga tiket terbagi 3, kisaran Rp 75000 – 175000, dibedakan berdasarkan posisi duduk. Bukan posisi depan belakang yang menentukan harga, tapi dari sisi mana kita melihat ke arah panggung. Fave gw? Sudah pasti si Kijang Emas!!

Ternyata banyak teman kuliah yang heran, mengapa kami menyempatkan diri untuk napak tilas ke Jogja sampai ke tempat makannya segala. Gw sendiri bingung, apa yang harus diherankan. Bukankah kenangan itu adalah sesuatu yang berharga? Bukankah kenangan itu ibarat album foto yang bisa kita buka2 kembali? Coba deh, sekali2 napak tilas ke tempat yang dulu berarti buat kita. Dijamin ga bakal nyesel :) .

Di penghujung tahun 2011 ini, suami mengajak gw untuk liburan menginap 1 hari di Situgunung, Sukabumi. Gw belum pernah dengar nama ini, kok berasa kayak kurang terkenal ya..Tapi dengan semangat suami bercerita, semakin tidak terkenal tempat itu maka semakin asrilah dia. Jadi yuk hayuk deh, gw pun mulai mencari informasi mengenai penginapan yang ada disana.

Berdasarkan hasil googling, ternyata di Situgunung itu ada pilihan menginap di villa atau di dalam tenda. Penginapan tenda ini ditawarkan di Tanakita Camping oleh Rakata Adventure yang berada di kompleks Perhutani, di kaki gunung Pangrango. Pikiran gw mengatakan, kayaknya seru juga nih liburannya bermalam di dalam tenda. Dari hasil email2an dengan tim Rakata, diketahui bahwa harga menenda adalah 450 ribu/orang/malam. Fasilitas ini sudah meliputi makan 3x (makan malam, pagi dan siang), snack 3x sehari, minuman panas 24 jam, dan flying fox 1x. Info lain adalah bahwa kapasitas maksimum tenda mencapai 8 orang. Sudah ada kasur springbed singlenya, sleeping bag, dan bantal. Looks interesting, isn’t it? Supaya seru, gw ajak adek dan nyokap, jadi total yang berangkat ada 5 orang termasuk Alif-anakku yang lucu nan imut. Seperti biasa, gw en suami mengambil cuti 2 hari untuk berlibur karena pada hari kerja Sukabumi macet padat merayap oleh aktivitas 3 pasar (Pasar Cicurug, Cibadak, dan Cisaat) di sepanjang jalan raya sukabumi. Saran gw, hindari kemacetan di Pasar Cicurug dan Pasar Cibadak dengan menggunakan jalan alternatif karena lumayan membantu mempersingkat waktu. Ada petunjuk jalannya kok.

Kami berangkat jam setengah 7 menggunakan mobil pribadi. Sekitar jam 10.30 udah lewat Polsek Cisaat. Wah kok udah mau sampai aj padahal check-in baru bisa jam 2 siang nih. Akhirnya kami isi waktu dengan makan siang. Eh pas buener di sebelah kanan ada Saung Hegar, yok ah mampir dulu. Sekilas tentang Saung Hegar : tempat makan ini tampaknya baru dibuka. Pemandangannya bagus dan hijau, ditambah angin yang sepoi2 dan cuaca yang sejuk bikin mata jadi mengantuk. Saat itu tamu cuma kami saja, jadi pikir gw makanan bakal bisa cepat saji nih. Maka kami pun memesan sup iga 2 porsi, gurami 10 ons dibakar, sayur capcay 1, sayur kangkung 1, sapo tahu 1 porsi, dan 4 minuman panas. Sambil menunggu pesanan, kita foto2 (biasalah.. :p) sementara Alif sibuk bermain di play parknya.

Ternyata…hampir 1.5 jam makanan baru datang :( , untung masakannya enyak2. Total kena sekitar 200 ribu-an. Mumpung disini, gw cek kondisi mushola dan toiletnya, bersih ooy..Silakan kunjungi Saung ini jika kalian datang, tapi jangan lupa waktu pesan, bilang “GA PAKAI LAMA,GRRR..”. Sebagai info aj, setelah lewat Polsek Cisaat, tempat makan itu hanya ada 3. Saung Hegar adalah tempat makan kedua yang ditemui. So, jangan sampai karena keasikan pilah pilih, eh kelewat semua tempat makannya. Kalau lagi lapar berat lumayan bisa nambah emosi jiwa juga kan(*tipe orang yang cepat marah kalo lapar).

Setelah makan perjalanan kita lanjutkan ke Tanakita Camping Ground. Jalan yang dituju makin lama makin mengecil namun keraguan pupus begitu lihat pintu kedatangan. Ternyata kalo menginap di Tanakita, bebas karcis masuk juga. Begitu masuk kompleks Perhutani, jalannya berbatu2 dengan pohon gede di kiri kanan. Sinar matahari masuk dari sela2 daun yang rimbun. Sekitar 10 menit, kami sampai di tujuan, dan langsung deh kelihatan tenda birunya si Tanakita Camping. Ada 10 tenda yang terpasang saat itu. Ga banyak, mungkin karena yang menginap sedikit ya. Sayang waktu sampai disana, lagi hujan gerimis yang mau ga mau bikin mood gw jadi rada turun. Gw takutnya si Alif kehujanan dan sakit kayak waktu liburan diBali. Setelah suami check-in, kami pun akhirnya masuk ke tenda.

Berhubung hujan, ya supaya tenda ga basah, pintunya terpaksa ditutup. Lah kan jadi panas banget tuh di dalam, oksigen..oksigen…napasku te..ha..sa…sesyak…(lebay). Alif hepi banget, duh tingkahnya…semua kasur dia cobain. Ngerasa  kayak berada di dalam rumah Teletubbies kali ye..Jadi, di dalam tenda kami, ada 3 sekat. Sekat pertama terisi oleh 3 kasur. Sekat kedua dan ketiga masing2 ada 1 kasur. Tiap sekat ada pintu sendiri lagi, jadi suami bisa ganti baju di dalam tenda tanpa harus terlihat oleh nyokap dan adek gw :p. Sudah ada lampu juga 1 buah, yang tidak begitu terang karena dikhawatirkan akan membakar tenda.Ada colokan 2 buah, ada rak sepatu, dan ada jemuran handuk. That’s it. Ga ada kipas angin, jadi bagi yang ga tahan panas, silakan bawa dari rumah.

Sekitar jam 3.30 hujan mulai reda walau masih gerimis kecil. Tim Rakata menghidangkan snack dan langsung mengajak kami mengunjungi Danau Situgunung. Jaraknya ga jauh, cukup 15 menit berjalan kaki di turunan. Nah ini peringatan aj, kalau kesini ga usah sok keren pake high heels or wedges deh. Ga bakal nyaman. Cukup bawa sandal jepit, or sandal gunung, dan sepatu kets jelek. Karena jalanannya semua berbatu dan rada licin karena hujan. Danaunya sendiri adalah danau buatan yang lumayan indah (tapi masih cakepan Situpatenggang di Bandung, menurut gw). Ada rakit dan perahu bagi yang mau mengitari danau. Untuk perahu, tarifnya 7 ribu/orang, sementara rakit 5 ribu. Mengelilingi danau tentu menjadi keasyikan sendiri namun karena cuaca yang kurang mendukung, kami ga bisa lama. Untuk naik ke atas, kembali ke kemah kok ya juga malas..akhirnya sewa ojek deh, hohoho. Ada banyak kok disana, khusus disediakan bagi kita2 yang rada kurang sehat (baca : malas) jalan kaki ke atas (ih Rakata kok tauuu ajah). Tarif ojeknya 10 ribu/orang. Naiknya rada kebat kebit hati soal kok ya motornya kayak ga sanggup gitu padahal perasaan gw ga berat2 amat… Yah, basmalah ajalah..

Sampai di kemah, tim Rakata langsung mengajak kami highropes. Padat juga ternyata kegiatan disini ya.Ada sekitar 5 rintangan disana, termasuk flying fox. Tanya punya tanya, ditarik bayaran bo. Satu permainannya seharga 35 ribu, tapi untuk flying foxnya gratisan. Tinggi juga euy, sampai 10 meter. Sebenarnya highropes itu fave gw…akh, ceteklah kalo buat gw (cis, sombongnya), tapi berhubung udah jam 5 dan belum mandi, ya gw pilih mandi ajaa..Kamar mandi berjarak sekitar 3 menit dari tenda, terbuat dari batu alam, ada air panas, daaann..bersiiihh oooy. Yah, gw termasuk orang yang sangat care dengan kamar mandi, jadi begitu liat kamar mandinya seperti ini, mood gw langsung naik membubung tinggi ke atas awan. Ditambah lagi saat itu yang ikut nenda di Tanakita cuma 3 keluarga termasuk kami, jadi ga rebutan. Asoooy !!! (langsung mandi sambil nyanyi).

Selesai mandi, sholat dulu di mushola yang lumayan luas yang juga berupa tenda :D. Habis itu makan malam deh. Walau slogan dari Tanakita Camping ini adalah Tenda dengan Fasilitas Hotel Bintang Lima, jangan mengharapkan lauk2 beragam seperti di hotel yah, tapi rasanya tetap enak. Malam itu kami makan gurami asam manis, ayam semur, tahu goreng, sayur 2 macam, buah semangka, kerupuk, sambil diiringi permainan musik tradisional dari para pekerja disana. Sangat amat mengesankan sekali. Salut yah buat si akang2 pengantar makanan yang jago main musiknya. Setelah makanpun, acara masih dilanjutkan dengan gitaran sampai jam 11 malam sambil bakar jagung. Tenda di malam hari jauh lebih nyaman daripada di siang hari. Tidur pake sleeping bag aj udah lumayan hangat, tapi monggo kalo mau bawa bedcover tambahan lagi. Bawa bantal juga boleh soal bantal disana ukurannya rada kecil, hehehe.

Besok paginya kami bangun dan keluar dari tenda, pemandangan yang tersaji luar biasa indah. Begitu memandang ke bawah, kota tampak diselimuti embun sehingga berasa kalau kita lagi ada di negeri di atas awan. Alif pun tak kalah girangnya, hmm..Alif tampak yang paling hepi disini. Dia sibuk bermain trampoline bersama Kak Tata, teman barunya sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Aku tak menyangka anakku memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi :D. Kami lalu sarapan sambil menikmati pemandangan.

Menu makan pagi hari itu adalah nasi goreng komplit, mie goreng, fillet ayam, dan tumis buncis. Setelah mandi, Rakata menyediakan acara pilihan. Bisa 1) pergi mengunjungi Air Terjun Curug Sawer, atau 2) Tubing. Si air terjun bisanya hanya ditempuh dengan berjalan kaki karena tanahnya lagi licin sehingga berbahaya kalau naik ojek. Jaraknya 2 km, jadi jalan kaki kira2 1 jamlah. Hmmm…(*wadoh, pp jalan 2 jam ??). Sementara si tubing adalah aktivitas semacam arung jeram, memakai ban tubes sepeerti kalau lagi di waterboom, sendirian tapinya, mengarungi Sungai Cigunung sejauh 1.5 km, selama 45 menit. Airnya dingin, jeramnya 70% dan ini adalah musim hujan. Kalau lo milih yang mana? Tampak lebih menantang si tubing kan?? Ya kan?? Walau air terjun gratis dan tubing bayar 150 ribu tetap tampak lebih menarik tubingkan?? Maka gw en suami pun memilih tubing. Nyokap ma adek gw memilih beraktivitas di tenda sambil jagain Alif kecil :p. Jam 9 lewat kami berangkat.

Ternyata benar2 ga nyesal bermain tubing. Gw sarankan kalo lo camping disini, jangan sampai melewatkan permainan ini, dijamin nyesel kalo ga ikut!! Permainan ini ga cocok buat orang tua dan anak kecil. Bukan karena berbahaya, tapi karena jalan menuju ke Sungai Cigunungnya yang berdurasi 15 menit itu sangat curam, berbatasan dengan jurang, dan licin. Gw aj was2 waktu turunnya tapi begitu main, duh nagiiiih. Ingat kan kalo sebelumnya gw bilang bawa sepatu kets jelek? Harus jelek, jangan yang baru soal udah pasti dah tuh sepatu bakal rusak. Sol sepatu gw aj ilang ntah kemana :D. Sayangnya karena aktivitas ini 100% ada di air, jadi ga boleh bawa kamera. Yah ga bisa diabadikan deh momentnya tapi percayalah, sangat amat recommended. Gw udah pernah rafting di Sungai Ayung Bali atau waterboom sliding dengan sudut hampir 90 derajat tapi tubing ini lebih menantang. Cobain deh!! (*mpe ngos2an gini promosinya, hosh2). Selesai tubing dan kecapekan, tim Rakata juga sudah menyiapkan gorengan dan minuman hangat. Ada toilet yang bersih di hilir sungai dan disediakan angkot gratis buat nganterin kita balik ke kemah.

Sampai di kemah udah jam 11.30, padahal check-out mesti jam 1. Ga sempat istirahat langsung pergi mandi, makan siang, dan udah deh dada babaaayy..Duuh, thx ya Rakata, orang2nya raman dan sopan, pelayanannya pun sangat memuaskan. Tempat ini gw rekomendasikan buat gathering dengan peserta yang muda2, atau keluarga dengan anak kecil yang banyak :p. See u next!

About My Family

Posted: September 6, 2011 in Rupa-Rupi

Semenjak kuliah lagi, blog jadi terbengkalai T-T. Jalan2 ke Mekar Sari yang udah cape2 diabadikan fotonya tetap aj ga bisa dishare karena udah lupa ceritanya, huwaaa!! Nanti deh kalo jalan kesana lagi, akan gw share ulang, biar ulasannya lebih lengkap dan memikat :D .

Hari ini…mumpung waktu lagi senggang tapi topiknya yang kosong, gw pilih untuk menceritakan tentang keluarga besar gw aj aah. Kami keluarga KB, jadi anaknya Cuma 2. Ada papa, mama, dan 1 orang adik perempuan.

Papa

Si papa adalah orang yang paling baik, paling setia, pekerja keras, dan sangat mencintai keluarga. Papa hanya pekerja kantoran biasa, tidak pula kaya, karena hanya tamatan STM :p. Kami jaraaaang sekali berlibur keluar Pekanbaru, walo gitu kalau untuk urusan pendidikan anak, papa pasti numero uno! Karena cita2 beliau : status pendidikan anaknya harus lebih tinggi dari orang tuanya, dan hidupnya juga harus lebih sejahtera. That’s why waktu SMU gw sudah “ditendang” si Papa keluar dari Pekanbaru dan disuruh bersekolah di Jawa. Walo waktu itu gw nangis2 bombay, Papa tetap bersikukuh. Karena menurut beliau, selama gw di Pekanbaru, gw akan mentok dan ga bakal maju. Terbukti sudah omongan Papa, hehe thx ya Pa :D . Karena ajaran itu, gw jadi bertekad kalo Alif udah besar, gw akan “menendangnya” lebih jauh lagi, ahahaha.

Salah satu hobi Papa yang paling top adalah beternak. Dan apakah papaku pandai beternak? Oh tidaaak! Ternak Papa yang pertama adalah ayam kampung. Berhubung rumah di Sumatera halamannya rodo luas, kami bisa punya sampai 100 ekor ayam kampung. Namun mama hampir setiap hari mengeluh, soal rumah kami jadi bau tai ayam :p. Hingga suatu ketika, waktu pamanku kawinan, ayam kampung Papa habis dilibas buat ransum para tamu.

Tapi Papa tak gentar. Selang beberapa tahun (perlu waktu untuk mendinginkan suasana hati Mama), papaku menggalakkan ternak bebek. Jumlahnya ada 40 ekor karena saat itu halaman kami sudah mengecil. Demi mendapat izin Mama, Papa menceritakan berbagai macam keunggulan ternak bebek. Pertama, proses bertelurnya cepat. Kedua, telur bebek lebih sehat dan lebih mahal. Dan yang ketiga, bebek itu sensitive terhadap suara, jadi kalo ada maling masuk mesti langsung bunyi. Yang ketiga emang terbukti banget loh. Sampai musang or kucing lewat aj, si bebek berkwak kwek kwak kwek tengah malam! Gimana tetangga ga pada nggerundel :p. Yang pertama juga terbukti, waktu bertelur bisa sampai 37 butir. Hampir tiap bebek bertelur tiap hari, lama2 ke 28, lama2 ke 20, terus ke 14. Terakhir kuingat telurnya cuma tinggal 4. Kata Papa, bebeknya stress, ga  tau deh stress kenapa, ahahaha. Udah gitu, kotorannya si bebek ternyata lebih encer daripada ayam. Jadilah rumah kami lebih bau daripada kandang ayam, hehehe. Tetangga2 pada protes sehingga Mama tak tahan lagi daaaaan…selang 6 bulan lebih, bebek2 itupun dijual Papa :p

Jeda beberapa tahun, Papa mulai beternak ayam broiler. Supaya mendapat restu Mama, Papa katakan cukup 40 buah saja, ga bakal ngabisin tempat soal ayam broiler kan kecil2. Udah gitu, agak besar dikit, dijual deh. Kotorannya juga ga nyusahin. Mama pun setuju, dicampur iba juga kurasa :p. Mengenai broiler ini, ada satu kejadian lucu. Waktu itu Papa buat kandangnya sendiri (kandangnya ada kakinya lah). Nah lantai kandangnya kan papan tuh, dibuat si Papa agak jarang (ga rapat maksudnya). Pada suatu hari entah si anak broiler gimana cara mainnya, kepalanya nyelip tuh ke sela lantai papan. Begituuuu terus sampai pagi tiba. Oalaaah kasihan. Pasti lehernya cape..si Papa nih buat kandang kok tidak memikirkan aspek safety :( .

Kurang berhasil dengan ternak broilernya, Papa mengganti ke ternak ikan. Yang dipilih adalah ikan lele dan mujair. Eeh dasar si Papa, kolamnya disatuin coba. Ikan lele kan pemakan segala ya. Jadilah setelah lewat sebulan Papa liat, kok mujairnya berkuraang..kok kolamnya jadi banyak tulang2..kok ikan lelenya jadi gede banget?? Ternyata mujairnya dimakan si lele, huh kurang ajjjaaar..!!

Kecewa dengan simbiosis yang tidak tepat, Papa mengganti pasangan Lele dengan ikan Patin (kolamnya terpisah tapi). Halaman kami habis total karena Papa membangun 4 kolam besar. Ada sampai 1000 ikan disana. Bibit ikannya dibeli yang kecil, dikasih makan sampai gede, dan begitu gede mau dijual ke rumah makan, gitu rencananya. Baru aj kecil, si Papa udah masang plang di depan pagar rumah. Tulisannya “ Dijual Patin Raja dan Lele Jumbo”. Otomatis ya tetangga2 pada berdatangan laah..daripada jauh2 ke pasar kan mendingan beli ikan yang dekat aj? Nah mamaku deh yang kelimpungan menjelaskan bahwa sebenarnya Patin dan Lelenya masih bayi. Laah terus kenapa plangnya udah dipasang sekarang? (gitu tanya tetangga). Kata Papa, ya koar2nya harus dari sekarang biar nanti2 orang udah pada tau..Wwkwkwkwk. Nyatanya sekarang hampir semua ikannya pada mati keracunan, gara2 Papaku lupa ganti air kolam. Bener2 bisnisnya ga dijaga, ckckck..

Yah begitulah Papaku. Sekarang setelah pensiun kegiatan Papaku membuat batako sendiri. Sambil menyelam, minum air. Sambil olahraga, mendatangkan uang. Iya deeeh.. :D

Mama

Dengan tinggi 150 cm dan berat 65 kg, Mama ga bisa dibilang langsing :p. Tapi orangnya murah senyum, wajahnya mirip bola sih, qiqiqiq, dan awet muda (mesti krn doyan senyum). Mama adalah orang yang welcome terhadap pacar anak2nya, sering diajak barbeque bareng, piknik bareng, liburan bareng, jalan bareng, bahkan ampe icip2 makanan di piring pacar anaknya, ckckck… (ini welcome atau ngiler ya, ahahahah). Mama juga doyan dandan. Tiap ke tempat perbelanjaan, ga pernah ga dapat barang. Selalu dapat deh, even itu ga butuh2 banget. Nanti kalau udah bosan, disumbangin, biar bisa beli yang baru.. kelakuan apa ini..).

Mama pandai memasak. Gw paling suka capcai, tauco, sup, apapunlah dari masakan Mama. Tapi Mama ga pandai bikin pizza. Dulu pernah bikin pizza. Hasilnya alot. Kalo pizzanya dibanting, bisa mental kayak bantal, wkwkwk. Satu ciri Mama yang ga pernah ilang. Ngareeet..!!! Kebanyakan dandan ni kayaknya. Cuma mau ke ATM aj bajunya kayak mau ke mall. Mau ke RS dandannya kayak ke kondangan. Ga heran asal jalan, gw pasti minta si Mama mandi paling pertama. Soal andai kami selesai duluan dan udah masuk mobil, si Mama biasanya masih sisiran :D .

Terlepas dari itu, si Mama baiiikkk banget. Waktu dulu gw sakit, si Mama langsung saat itu juga cabut dari Pekanbaru ke Jakarta. Takut anaknya kenapa2. Kalo anaknya ada yang lagi bersedih, hati Mama juga serasa diiris2, mpe ikut2an nangis..Sampai sekarang pun gw masih sering ngerepotin Mama buat jaga cucu dan Mama ga pernah mengeluh :). Mama dan Papa sangat amat saling mencintai. Selalu terlihat mesra sepanjang hari. Anak2nya jadi pengen niru, ihihihihi.

Dulu asal jalan bertiga dengan anak2nya, kami selalu dibilang kakak beradik. Bikin si Mama girang setengah mati. Saking seringnya dibilang awet muda, si Mama pernah mengalami kejadian lucu. Pernah Mama lagi jalan kaki menuju ke persimpangan (ceritanya mau belanja ke Mall ni kayaknya, udah pasti dandan). Eh dari jauh, udah ada cowok yang melambai ke Mama. Jelas Mama kesal, apaan sih, ga liat apa ini bukan anak gadis, kok genit banget. Mama nyuekin, tapi ni orang keep waving dengan semangat bikin Mama tambah takut diapa2in. Eee..gataunya setelah dekat, ternyata orang tadi tukang ojek! Alamaaak si Mama udah geer duluan, ahahahahah.

Adek

Beda pas 1 tahun 1 hari, adek gw lahir. Walau saudaraan tapi tampangnya beda. Adek kulitnya putih, cantik, giginya bagus, matanya belo, jarinya panjang, rambutnya berombak (pada bisa ngebayangin gimana bentuk kakaknya kan? :p). Ditambah dengan pandai memasak, suka dandan, dan modis, jelaslah sudah adek adalah duplikat Mama, heheheh.Kata Papa Mama, dulu waktu adek lahir dan masih bayi, gw cemburu setengah mati karena kasih sayang langsung berpindah. Walhasil, jari adek suka gw gigitin. Sering gw pukulin, wajar adek jadi sering nangis. Dikit2 ngeak, dikit2 ngowek..padahal emang kakaknya yang nakal, hohohoho.

Dari kecil sampai kuliah (kecuali SMA) kami bareng terus. Badannya hampir mirip ma gw, tambah lagi dia pandai pilih baju, huehehehe, jadi bajunya sering gw pinjem. Jadi gw berasa modis padahal sih pake  bajunya si adek, wkwkwk. Tapi adek ga pernah marah walo simbiosisnya juga ga sepadan, alias baju gw ga mutu buat dipakai si adek :p. Sekarang dia tinggal di Bogor, yang Alhamdulillah dekat dengan gw, jadi sering ketemu dueh. Rumah dinasnya homy sekali..Gw suka bagian dapur dan ruang makannya yang pas di hati (kayak yang tinggal disana aj :p).

Kami juga penggila komik Jepang. Beuh apalagi kuliahnya di Jogja yang tiap jengkal (lebai) ada tempat penyewaan komiknya. Sekali minjem, bisa sampai 20 buah. Ampe picek mata bacanya. Dan hobi  itu ternyata berlanjut sampai sekarang. Tiap main ke rumah, mesti baca komik deeeh.

Adek adalah orang yang kuat karena telah berhasil mengatasi masalah hidupnya yang berat. Terus terang gw salut, karena andai gw jadi dia mungkin gw ga kan sekuat itu. Sekarang adek sudah menikah dengan perwira TNI, seorang penerbang, yang mana tiap detik pekerjaannya selalu bikin ketar ketir hati. Tapi adek bisa melalui itu semua dengan baik. Pernikahannya yang bahagia dan dikarunia anak2 yang baik adalah keinginan gw setiap saat.

Intinya, WE ARE A HAPPY FAMILY.
Gw bersyukur sekali dilahirkan dalam keluarga ini. Sangat2 membahagiakan, menenangkan, dan menyenangkan berkumpul dan bercerita bersama. Semoga kebersamaan ini terus berlanjut selamanya, amin..

Tentang Arsitek Yang Pertama

Posted: April 12, 2011 in Rumah

Jadi kayak cerita bersambung nih, ehem2. Kali ini gw akan bercerita tentang arsitek gw yang pertama. Bagi para pembaca yang sebelumnya sudah membaca postingan gw tentang renovasi rumah, mesti nyambung nih :p.

Arsitek gw yang pertama bernama Bapak W. Cerita berawal dari gw -yang punya hobi melihat2 rumah orang- lagi jalan2 di suatu hari melihat perumahan yang ada di sebelah komplek perumahan gw. Disana, gw menemukan ada 3 rumah yang desainnya rada mirip, letaknya berdekatan, yang mana gw suka banget ma fasadnya! Otomatis gw langsung berpikir kalo nih 3 rumah mesti deh ada hubungan kekerabatan. Karena suka, akhirnya tiap lewat sana, tuh 3 rumah selalu gw perhatikan sampai pada suatu ketika..keluarlah seorang bertampang tukang dari rumah tersebut.

Tukang : “Ada apa Mbak?” (curious kali saking seringnya gw ngetem disini :p)

Gw : “Ini, saya suka banget ma 3 rumah ini dan kok kayaknya hampir mirip ya. Siapa ya arsiteknya..” (mana tau si tukang tau)

Tukang : “Oh ya memang mirip Mbak. Yang sebelah sana itu rumah si Bapak. Yang Mbak sedang liat ini rumah anaknya yang kedua. Nah yang di belakang kita rumah anak yang kedua. Arsiteknya namanya Pak W. Saya tukangnya (tuh bener kan profesinya). Kalau berminat, ayo masuk ke rumah ini Mbak, orangnya lagi ga ada soal rumah ini mau dikontrakkan.”

Weleh, lucky banget gw langsung bisa dapat nama dan no telv si arsitek. Karena waktu terbatas akhirnya gw hanya minta no telv si Bapak W. Sampai di rumah langsung gw hubungi untuk mendesain rumah yang memang udah pengen gw renovasi itu. Tarif si Bapak bukan permeter seperti arsitek gw yang kedua, melainkan 5% dari harga total bangunan asetelah direnovasi. Singkat cerita pada suatu ketika si Bapak W datang ke rumah, berbincang sedikit, dan mulai mendesain.

Nah ada beberapa hal yang gw agak kurang sreg sama nih Bapak. Pertama, beliau tidak secara cermat mengukur luasan rumah gw. Cuma datang, melihat, menerka2 berapa ukurannya, menggambar dengan kasar, udah deh mulai merancang desain. Lah gimana dia bisa tau itu kamar ukuran 3×3 atau 2.8×2.8m coba kalau ga bener2 dihitung? Dan bener kan, dalam rancangannya dia berasumsi kalo rumah gw luasannya 200m2 padahal aslinya rumah gw cuma 195m2 karena tanah yang di belakang bentuknya rada miring. Yang kedua, komunikasi kami hanya berjalan 1 arah. Maksudnya selaluuuuu gw yang menelvon dan bertanya “Pak, sudah selesaikah rancangannya? Kapan bisa ketemu?”. Gw kasih waktu sebulan. Saat gw telvon untuk melihat progressnya, dia minta waktu seminggu lagi yang mana akhirnya dia datang 2 minggu lagi, itupun progressnya ga semaju yang gw perkirakan. Emang sih ni Bapak udah senior, sibuk kali ya banyak project disana sini, tapi ya gw gondok juga :( .

Terakhir kali ketemu, rancangan denah dan fasad udah jadi. RAB renovasi tahap 1 juga udah diberikannya. Habis itu dia menghilang entah kemana dan gw pun malas menghubunginya lagi. Sepeserpun gw belum ada mengeluarkan uang karena emang si Bapak W sendiri yang minta pembayaran di belakang. Demi itikad baik, gw pun akhirnya tidak pernah memakai rancangannya namun tetap gw arsipkan. Silakan lihat hasilnya di bawah :) .

Waktu memulai proses desain, gw meminta Bapaknya untuk membuat rumah dengan model split level. Artinya, lantai di rumah ini tidak sama dari depan ke belakang, tapi berundak2. Bisa dilihat dari garasi ke ruang makan ada tangga. Dari halaman ke teras ada tangga. Dari ruang tamu ke ruang keluarga ada tangga lagi. Dari ruang keluarga ke kamar utama, ada tangga. Dari kamar utama ke kamar anak ada tangga lagi. Walau banyak tangga namun jumlahnya tidak banyak. Ruangan menjadi tidak monoton, namun luasnya jadi berkurang :p. Biaya pembangunannya juga pasti lebih mahal karena berarti ada lahan yang mesti ditimbun supaya jatuhnya lebih tinggi.

Fasad yang dirancang oleh Bapak W adalah model art deco. Ini juga permintaan gw karena tiap ke Bandung gw selalu terpesona dengan model hunian zaman Belanda itu. Ternyata model art deco kayaknya kurang oke kalau diterapkan untuk bangunan 2 lantai (menurut gw loh ya). Soal bentuknya jadi kayak kotak TV, dikasih jendela, hehehehe. Kubus, gitu loh maksudnya. Emang sih kalo gw liat rumah2 Belanda di Bandung itu rata2 pada 1 lantai dengan halaman yang sangat luas.

Sekian dulu ulasannya. Gw suka rancangan arsitek gw yang pertama dan kedua, tapi kalau fasad kayaknya lebih prefer ke model tropis dari arsitek yang kedua sih :) . Mungkin ada yang suka art deco? Monggo kalau mau dijiplak saja :D

Ini adalah slogan terkenal di kampus UI. Sebenernya sih slogannya “Sudahkah anda bersepeda hari ini?” tapi berhubung gw rasa para pekerja jarang banget yg bisa sepedaan tiap hari, jadi gw ubah2 dikitlaaah :p.

Cerita berawal dari suami yang entah ketiban apa, pengeeen banget punya sepeda. Segala macam alasan dikeluarkan mulai dari demi menjaga kesehatanlah, kayaknya termasuk dalam hobilah, sampe Alif dibawa2 coba – mana tau Alif senang jalan naik sepeda, gitu katanya. Hmm kapan ya terakhir naik sepeda? SD kayaknya. Beklah..toh bukan ide yang buruk. Kebetulan kemarin alhamdulillah suami baru dapat rejeki, yuk mariii kita ludesin uangnya buat beli sepeda :D .

Sebenarnya sepeda yang dibeli juga ga mahal2 amat, wkwkwk, soal kita lom yakin nih kalo ni sepeda bakal rajin dipake. Sayang kan kalo udah beli mahal2, taunya luntang lantung aj di gudang? Jadi tersebutlah pada suatu week-end, kami pergi ke Roda Link di Depok. Suami sibuk pilah-pilih sepeda yang sesuai budget, eeh istrinya jelalatan juga deh. Akhirnya, istrinya malah dapat sepeda duluan padahal tadinya ga niat beli, huks. Sebenarnya gw maunya sepeda lipat yg lagi ngetrend itu. Namun berhubung itu sepeda cuma gw yang bisa pake, sementara gw pengen nyokap gw dan si embah juga bisa pake, jadilah gw beli sepeda emak2. Tau kan sepeda emak2? Itu loh sepeda yang ada keranjang di depannya :D. Yang bisa dipake buat ke pasar terus keranjangnya buat nyimpan sayur, hehehehe. Sementara suami dapat deh Polygon yang rada OK. Tidak lupa kita beli tempat duduk buat si Alif :). Tempat duduk Alif ini hanya bisa dipake di sepeda emak2 itu.

Ternyata sampai sekarang, sepeda ini rutin dipake tiap minggu loh. Kebetulan rumah kita dekat dengan UI, uuy…cuma sekitar 6 menit lah kalo naik sepeda. Sehingga tiap Minggu pagi or sore kita sepedaan deh ke UI. Namun karena jalan ke UI itu mendaki bukit menuruni lembah (sungai mengalir indah ke samudra, bersama teman bertualaaang..”kenapa jadi soundtrack Ninja Hotaru ya”), mana kuat kaki gw mengayuh sepeda emak2 dengan Alif seberat 14 kg nenggek di atasnya. Jadinya apa sodara2? Jadinya adalah gw memakai sepeda suami, sementara suamilah yang memakai sepeda emak2, giyahahahaha!!! Dan tampaknya suami sangat menikmati aktivitasnya. Tidak sekalipun ia meminta gantian walopun jalan sudah rata mulus lumus. Yah gw pun senang2 aj, hihihihi (ketawa licik).

*keknya terlalu banyak mengumbar foto suami nih, ehem :p

Kalau lokasi tinggal anda dekat dengan UI, Depok sempatkanlah datang membawa anak anda kesini tiap Sabtu or Minggu pagi atau sore. Banyak sekali orang datang berolahraga, bermain, atau hanya jalan2. UI itu sangat sejuk, menyerupai hutan, juga bersih. Begitu masuk ke UI, hawanya langsung beda karena pohonnya menyumbang O2. Disana dibangun track khusus sepeda, bahkan ada penyewaan sepedanya segala loh (syaratnya pakai Kartu Tanda Mahasiswa).

Alif lumayan senang diajak bersepeda tapi lebih senang berlari2 di lapangan UI mpe tidur2an :D. Berikut beberapa capture-an fotonya.

*weleh sekarang foto anak diumbar2 :p.

Yuuuk kita sepedaaannn :D .

*Eit istirahat kantor udah mau selesai, pamit dulu ya, yuk marii..

Akhirnya Desain Rumah Gw Pun Jadi :D

Posted: April 1, 2011 in Rumah

Masih ingat kan postingan gw sebelumnya yang tentang renovasi rumah? Hehehe..akhirnya cita2 gw untuk memakai jasa arsitek dalam merenovasi rumah terkabul juga, alhamdulillah…(terharu, hiks!). Sebenarnya yang gw bicarakan sekarang adalah hasil karya dari arsitek gw yang kedua, namun sudahlah gw ga akan membahas ada apa dengan arsitek sebelumnya karena bakalan panjang ceritanya. Naaah arsitek gw yang kedua ini bernama Ari Endra Kristianto, angkatan 98 or 99 dari Universitas Parahyangan. Secara tidak langsung dikenalkan oleh adek gw. Singkat cerita, saat itu gw udah jenuh banget ma kondisi rumah yang ruang cuci jemurnya sangat terbatas. Saking terbatasnya, sampai2 tuh jemuran harus dilamparkan di atap, so pasti dari rumah tetangga keliatan gitu deh merah-kuning-ijo, warnanya si baju2. Bisa aj sebenarnya gw jemur di halaman depan (secara ga punya halaman belakang) but gw paling antipati memamerkan jemuran di depan rumah. Kayaknya benar2 menjatuhkan keindahan rumah gitu loh.

Selain dengan kondisi ruang cuci jemur yang memprihatinkan, entah kenapa rumah yang dulu gw anggap cantik itu perlahan mulai keliatan boroknya. Misalnya nih, dinding yang berbatasan dengan tembok tetangga sebelah kiri gw. Nah itu dinding bocor dari tengah rumah mpe ujung belakang, so pasti muncul alur2 zebra di dinding rumah gw yang awalnya bercat mulus itu. Selain itu, 50% dari tembok rumah gw ada noda rembesan air. Selidik punya selidik, ternyata tu tukang pertama yang dulunya merenov rumah gw main cat aj, ga tunggu sampai temboknya kering!! Grrr… Demikian juga dengan taman dalam rumah yang dulu gw buat untuk menambah sirkulasi udara. Karena air hujan masuk, akibatnya catnya sekarang lumutan, ga enak banget deh diliatnya. Jadi semua hal itulah yang gw keluh kesahkan pada si arsitek untuk tolong dibenahi. Pluus..ada keinginan gw juga sih untuk nambah beberapa ruangan. Arsitek gw langsung menyerahkan kertas yang harus gw isi dengan daftar kebutuhan ruangan. Karena nanti dari sanalah si arsitek mulai merancang desain rumah.

Sebenarnya rumah gw udah terbilang cukup luasannya, yaitu 150 m2 yang berdiri di atas tanah 200m2. Bila dibandingkan dengan rumah2 di kampung halaman (Sumatera), luas rumah gw ini termasuk kecil, tapi untuk kawasan Jabodetabek, gw harus sangat bersyukur bisa mendapatkan tanah seluas ini dengan harga yang lumayan miring. Rumah ini sudah punya 3 kamar (yaitu kamar utama, kamar tamu, dan kamar housemaid), ruang keluarga, ruang tamu, dan dapur yang lumayan, serta kamar mandi 3 buah. Namun selain ruang cuci jemur yang luas, gw pribadi punya impian memiliki taman di belakang rumah buat main2 anak gw, serta kamar anak, juga garasi dalam rumah.

Akhirnya gw corat-coret kertas tersebut dan gw tuliskan kebutuhan ruangan yang gw en suami inginkan. Pekerjaan ini cukup menyenangkan, daftar ruangannya nambah dari waktu ke waktu :p tanpa menyadari bahwa luasan dari ruangan itu ternyata menentukan seberapa besar fee arsiteknya, dowewewewew. Berikut final dari kebutuhan ruangannya : carport, taman depan rumah, garasi dalam rumah untuk  1 mobil 2 motor dan 2 sepeda, kamar tamu seluas 12 m2, kamar mandi tamu, ruang tamu secukupnya saja, ruang keluarga yang bueesaaar digabung sama ruang makan, dapur minimal 9m2, gudang 12m2, kamar utama minimal 20m2 plus kamar mandi di dalam, 2 kamar anak masing-masing luasnya 12m2, kamar mandi anak, kamar housemaid seluas 8m2, kamar mandi housemaid, ruang cuci jemur seluas 12m2, mushola, dan taman belakang rumah. Plus gw tegasin bahwa yang gw inginkan adalah rumah beratap segitiga dan bukan minimalis. Akhirnya dibuatin deh kayak yang di bawah ini :)

Pertama2, arsitek merancang denah rumah dahulu. Proses ini memakan waktu 1.5 bulan karena yaah..gw rada cerewet si :p. Kecian juga arsiteknya, ngadepin emak2 yang banyak mintanya ini, ihihihihi. Namun alhamdulillah, gw puas dengan hasilnya. Total luas bangunan menjadi 266 m2. Terus terang kalo untuk ukuran keluarga gw yang sekarang, ini termasuk besar sehingga akhirnya gw membagi renovasi tersebut menjadi 2 tahap. Yang perlu sekarang ya didahulukan, yang belum perlu sekarang ya nanti2 waelah. Rancangan yang gw terima lengkap mulai dari desain denah, fasad, pipa pembuangan, kusen, pondasi, rangka atap, saluran listrik, dan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) yang langsung dibagi menjadi 2 yaitu renovasi tahap 1 dan renovasi tahap 2. Total waktu desain sekitar 3 bulan. Begitu gw liat total RAB-nya, tuing2..(pengen mejem aj nih mata, malas ngeliatnya :p), gw jadi kepikiran..ahhh mending dibagi 4 tahap dah kalo gini, ehehehehe.

Berikut adalah rancangan denah ruangan untuk lantai 1 dan lantai 2 :)

Dan ini adalah contoh layout ruangan lantai 1. Standar aj ya..toh isi dan desain ruangannya nanti si pemilik alias saya yang menentukan, hohohoho

Hmmm..kapan ya mulai renovasinya? Ngumpulin uangnya dulu aah :D :D , toh ini rancangan rumah untuk 10-15 tahun mendatang, wkwkwkwk

Sekelumit Tentang Saya

Posted: March 22, 2011 in Rupa-Rupi

Baiklah..setelah sekian lama akhirnya gw berniat untuk membuka sekelumit dari jati diri gw, ceileh! Mana tau ada penggemar yang dari dulu penasaran seperti apa sebenarnya Ning itu (masya Allah narsisnyaaaa), nah ini gw kasih sedikit clue. Ga usah banyak2 ya, 10 poin aj :) . Yuk marii kita mulai !!!

1. Seorang Geologist : well sebenarnya gw ga yakin kalian pada tau apa itu Geologist :( . Orang banyak bilang geologist itu tukang batu, hih!, ga sama sekalii!! Kalo menurut gw, geologist itu adalah pencari minyak bumi. Gw bilang gitu karena gw kerja di oil company. Di perusahaan ini, yang namanya geologist ya kerjanya nyari minyak dan gas bumi. Jadi bensin yang kalian2 pada pake itu tuuh, itu geologist yang nemuin, kagak nongol dengan sendirinyaaa! Sebenarnya lagi, geologist bukan cita2 asli gw. Cita2 gw sebenarnya jadi akuntan, soal gw suka sama segala sesuatu yang berhubungan dengan uang. Tapi yah apa daya, karena bokap kerja di oil company, jadilah gw juga ikut keseret meret kesana :p.

2. Suka makan : gw banget dah kalo ini, huihihihi. Palagi yang namanya wisata kuliner, wiii suka banget. Pengen gw, tiap kali makan di luar itu mbok ya selalu di tempat yang berbeda gitu loh. Jadi referensi makanan gw jadi banyak. Pengennya…kenyataannya, gw pecinta bekal. Tiap hari ngantor gw makan bekal. Gw suka makan bekal karena berasa jadi kayak orang Jepang (apa hubungannya??). Jadi wisata kuliner hanya bisa gw jabanin tiap wiken. Lumayan juga..jadi lebih hemat :D

3. Suka jalan2 : rasanya semua orang mesti suka jalan2 ya. Hehehe gw suka banget jalan2 dan sama kayak makanan, pengennya tiap jalan tujuannya harus beda. Suatu tempat kalo udah gw datangin 2x, rasanya kenikmatannya akan berkurang kecuali jika tempat itu udah lamaaaa banget ga gw kunjungin. Dan kebiasaan gw kalo jalan2 suka ngajak2 orang. Mobil suka gw penuhin dengan manusia biar rame. Makin rame, makin seruu!!

4. Ga up to date sama technology : oke gw emang agak kurang care sama yang satu ini. Di saat orang lain punya BB, gw masih setia dengan handphone Soner yang lama. Di saat gw baru beli BB, orang udah mulai ganti ke Iphone. Di saat gw baru nyaman dengan Avanza, orang2 udah beli Rush dan Innova. Apa itu Ipad? Apa itu Ipod? Pastiii gw yang paling tau belakangan. Bagi gw, barang itu harus memenuhi aspek kebutuhan dulu baru keinginan.

5. Benci banget sama acara gosip, sinetron dan film Indonesia : buset dah, bujubuneng! Gw benci banget ma tu makhluk 3 biji karena sama sekali ga mendidik! Lagi ini Indonesia gimana sih kok ga punya pikiran untuk menciptakan siaran yang bermutu, ampun daah, tobaat. Apalagi film Indonesia kayak Suster Ngesotlah, Hantu Goyang Karawanglah, dan segudang film ga jelas lainnya yang bertema horor tapi digabungkan dengan mesum. Gilaaaak!!! Dunia sudah rusaaaaak!!!!

6. Malas ke kondangan : oke2 gw tau harusnya ga boleh malas ke kondangan. Bukannya gw ga suka silaturahmi, oh tidaaak. Gw paling senang dengar berita orang menikah, orang hamil, dan orang melahirkan karena menurut gw itu adalah hal yang indah. Yang bikin gw agak2 malas itu loo..mesti dandan. Gubraaak, gw ga bisa dandaaan T-T, kayaknya dandan itu ada faktor bakatnya deh, ya ga? Temen gw kayaknya asal oles, cantik jadinya. Lah gw sebaik2nya ngoles, tetep aj kayak penyanyi dangdut. Warnanya mesti lari. Udah gitu baju. Duuh buat gw yang serba simpel gini, agak ribet gitu kalo pake kebaya. Pengen bukan kebaya? Gw yang oon nyarinya, ga tau mana baju yang pantas untuk kondangan, hhh…ya gitu deh (udah malas ngomong).

7. Palagi ya…*mulai kehabisan ide*. Tadi janjinya berapa ya? 10 yaa??…hmmm….

.

.

.

.

10. Moody kayaknya, eehehehe

Makasih ya buat yang udah baca postingan ga penting ini mpe akhir. Kebetulan ini ditulis buat ngisi waktu, nunggu suami pulang. Nah berhubung udah mau pulang, jadi yuk dada babbaaay… :D :D

Aiiih mimpi apa tadi malam, tiba2 aj Alif diajak berenang ke The Jungle oleh om dan tantenya.. :D . Wait2x, apakah hanya Alif saja? Ooh tentu tidaaak, sudah pasti ibu dan omanya ngikut juga. Gw pribadi seneng banget soal lom pernah ngeliat sendiri kayak apa sih The Jungle itu.

Ok, kita berangkat tanggal 28 Feb 2011, tepat pukul 9 pagi dari Depok. Kesiangan sebenarnya tapi berhubung cuaca lagi sendu jadi ya asik2 aj. Sampai di Bogor, kebetulan lewat tempat jualan es krim duren. Harganya murah book cuma 6 ribu 1 gelas, tapi ueenaaak, asli, uennaaak. Belum pernah gw makan (even di tempat yang mahal sekalipun), es duren yang asli dan durennya banyak kayak gini. Waaah pantas aj tempatnya rame banget yak. Boleh deh kalo ke Bogor mampir kesini lagi :D

Sampai di The Jungle udah pukul 11.00. Tiket masuknya seharga 50 ribu (weekend) dan 30rb (weekday). Begitu masuk..towewewewewew, gilaaaak rame bangeeeet!! Ini waterboom apa pasar booo?? Aseli gw stress. Gimana engga, sepanjang sejarah gw ke waterboom, baru kali ini gw nemu waterboom sepadat ini. Orang2 pada melampar tikar dimana2. Ada yang berenang pake legging, pake kaos, bahkan pake singlet! Bener2 ga teratur, ditambah dengan suara nyanyian yang memekakkan telinga, gilee suteres gw sutereees. Ga percaya? Nih foto foodcourtnya.

Kami pun bingang bingung mencari dimana tempat ganti bajunya. Ternyata disini disediakan locker yang untuk mengunci pintu lockernya mesti pakai koin. Walhasil, mesti beli koin dulu deh. Harga 1 koin -= Rp 5000,-. Caranyaa..pintu locker dibuka, masukkan barang, masukkan koin ke lubang di samping pintu locker, baru deh dikunci, cekrek! Naah kebiasaan buat yang berenang bawa keluarga, mesti deh bakal sewa locker yang banyak secara juga ukuran tu locker ga iya banget (sempit gitu lo). Jadi kudu diinget2 ngeletakin barang apa di loker mana, soal kemaren gw liat ibu2 kecian deh. Dia lupa taruh barang dimana, walhasil buka tutup loker, yaaah rugi berapa x 5000- rupiah tu :p.

Setelah ganti baju, kembali kita bingung mau ngetem dimana secara semua tempat udah penuh. Akhirnya kita menjadikan foodcourt the Jungle (foto di atas) sebagai basecamp. Setelah itu mulai deh berenang. Adek en ipar gw pergi menyewa ban. Ban single harga sewanya 10rb, sedang yang double seharga 15rb. Gw pun daripada lintang lintung bingung terus, akhirnya mengajak Alif pergi ke kolam anak kecil (< 3 tahun) yang airnya cuma sebetis orang dewasa.

Namun apa dinyanaaaa..ternyata Alif betah banget disana :D :D . Ga henti2nya dia main perosotan, menunggang kuda or gajah2an, dan cibang-cibung. Melihat buah hati senang, so pasti gw jadi ikutan senang dong. Mulai deh gw menikmati fasilitas di The Jungle ini. Gw dan nyokap pun juga ikutan mencoba waterboomnya. Cuma ada 1 memang, namanya Tower Slide, landai pula. Tapi anak tangganya juga landai, so pas banget deh buat nyokap gw yang sekarang sering ngos2an kalo naik anak tangga. Walopun landai, ternyata Tower Slide ini seru juga loh soal meluncurnya lumayan cepat. Gw dan nyokap jadi teriak2 histeris deh :D. Bisa pilih, mau yang atapnya terbuka atau tertutup. Selain Tower Slide, disini juga ada kolam renang yang bisa main futsal di dalamnya (Fountain Futsal). Ada juga seluncuran yang rada tinggian (Race Slide), dan kolam arus (Leisure River). Secara umum sih ukurannya ga gitu gede tapi lumayan menghibur deh :D. Berikut capture-an fotonya.

Asiknya, The Jungle memperbolehkan kita membawa makanan dari rumah. Cucok banget sama gw yang suka merantang, ehehehe. Tapi makanan di foodcourtnya juga ga mahal kok, kisaran 10-15 rb saja, itu juga sudah termasuk minum. Nah begonya, kamera gw ternyata belum dicharge. Setelah motrat motret keadaan di dalam The Jungle, abis dah baterainya, pet!, gitu bunyinya. Yaah padahal Alif baru 1 x dijepret, laaah gw malah belum kena jepret samsek, sediiih T-T

So..buat orang tua yang pengen berenang dengan fasilitas lumayan namun malas disibukkan dengan urusan kudu pake baju renanglah, dilarang bawa makanan dari dalamlah, boleh deh datang ke The Jungle, waterboom yang bersahabat :D. Cuma ada satu kekurangan yang rada menyesakkan disini (menurut gw) yaitu ruang ganti ce-nya kurang memadai. Saking ngantrinya, kami2 ga jadi mandi deeeh :( .

Berikut komen dari si imut Alif (ditelepatikan ke ibunya) : Makasih Om Acuooo (Om Susilo, maksudnya), makasih Tatadiii (Tante Indri, maksudnya), Alif senang sekaliii. Kapan2 kesini lagi yaaaa.. :D

Tarra..:D :D . Februari kemaren kan ada libur Maulid Nabi, pas banget dah, udah lama kita ga jalan2. Tempat mana ya di Jakarta yang lom sempat dikunjungi tapi asik punya buat si imut Alif? Hohohoh, Sea World jawabnyaaa! Hadeuh2, udah hampir 5 taon di Jakarta kagak pernah sekalipun menginjakkan kaki di sini, kemana ajja gw..

Oke, jadi yang berangkat adalah gw, Taufiq, nyokap gw, en si imut Alif. Perjalanan…tauk deh lancer pa kaga soal gw molor, zzzz..Sampai di pintu Ancol yang gw ingat tiketnya udah naik bo, dari 13 rebu menjadi 15 rebu! Grrrr.. Masuk, cari2 parkiran, langsung deh ke Sea Worldnya :D. Eh sebelumnya, berfoto dulu yuuu…

Tiketnya per orang seharga 70 rebu, anak di bawah 2 tahun adalah gratis. Karena waktu itu kita nyampe udah siang, sekitar jam 11, nyokap gw yang udah kadung lapar akhirnya membeli 2 bungkus kentang dan 3 potong ayam Poppeyes. “Iiih Mama nih, nanti aj napa si..paling di dalam juga ga lama” kata gw, eeeh bontot2nya tu kentang gw embat juge :p. Selagi suami ngantri tiket, gw nyokap en Alif sibuk ngunyah kentang. Sampai2 waktu jalan ke pintu masuk Sea Worldnya, kita masih ngunyah dan akhirnyaaa kena tegur ma petugasnya. “Ibu..di dalam tidak boleh bawa makanan, silakan titip makanan ibu ke Tempat Penitipan”, wekk!!

Segera gw giring nyokap gw ke tempat yang namanya Tempat Penitipan. Mengemasi kantung2 makanan kita daaan memasukkan ke dalam stroller Alif :p. Terus datang lagi ke pintu masuk berlagak kayak udah nitipin makanan ke yang namanya Tempat Penitipan. Udah deh lolos..ngunyah kita berlanjut di dalam, ahahhah. Sebelnya, waktu kita kesana tuh lagi ada acara qasidahan, namanya juga Maulid Nabi. Tapi ya ampiuuun, suaranya itu loh memekakkan banget!! Kayaknya sound system Sea World ga oke punya deh. Alif jadi panik dan pengen keluar terus, wajar, gw aj sampai ga bisa mikir saking berisiknya. Untungnya sekitar 15 menit kemudian qasidahannya selesai, fuuuh..sungguh suasana seperti langsung berubah dari loket ke hutan yang sepi :p.

Sea World tempatnya ga luas2 amat, tapi yang bikin tenang adalah disini ber-AC, hehehe, dan temaram. Jadi betah deh lama2. Ikan-ikan apa sajakah yang menarik untuk dilihat disini ?

PIRANHA :Gampang banget ngenalin ikan satu ini. Cari aj ikan yang pipih, keemasan, tapi diam kayak patung. Walo mematung, tapi begitu udah bergerak katanya lincah banget. Jangan pernah cari gara2 ma ni ikan soal doi termasuk ikan buas yang punya gigi kuat lagi tajam dan sangat sensitive dengan bau darah. Kalau udah bergerombol, brrr, seekor kambing akan habis dilahap dalam beberapa menit! Kemarin yang kita liat panjangnya sekitar 20 cm, tapi katanya si papan keterangan, panjang maksimal piranha mencapai 30 cm.

KUDA LAUT :Tadinya gw pikir kuda laut warnanya pink, sueeer, soal biasanya di buku cerita anak2 kan kuda laut suka dikasih warna pink tuh. Eeeh gataunya coklat butek, udah gitu kecil lagi. Gw pikir ukurannya selengan bawah, ga taunya kisaran 15 cm. Surprise juga ngeliatnya (#udik).

IKAN HIAS : Maksudnya tuh adalah ikan warna warni yang biasanya suka kita temukan bareng bersama terumbu karang. Ini adalah ikan yang paling sering gw liat, jadi kesannya biasa aj sebenarnya. Cuma..disinilah stop site terbaik kalau mau berfoto, hohohho. Alif juga lumayan senang di sini.

HIU : ada macam2 hiu disana seperti hiu karang, hiu buto, hiu bamboo, hiu tokek, dll. Ada yang lincah gerak sana gerak sini, ada juga yang diam terbaring di pojokan sana. Ga jelas tuh lagi tidur atau sakit atau mati :p. Ada yang lumayan besar, ada juga yang besuaar sekali. Aquarium hiu adalah aquarium terbesar di Sea World.

IKAN BUNTAL (Puffer Fish) : aaah sayang waktu gw liat ni ikan sedang tidal ngebuntal. Ikan ini rodo beken soal dia punya cara khusus untuk mempertahankan diri, yaitu dengan mengembangkan kantung udaranya sehingga badannya yang penuh duri itu menjadi bulat dan besar. Kulit dan bagian dalam si ikan buntal sebenarnya beracun, tapi daging mereka toh masih dikonsumsi juga seperti di Jepang :D

IKAN DUYUNG (Dugong) : hohoho si putri duyung itu ternyata merujuk ke ikan ini toh, kok ga mirip yaa :p. Ikan duyung tidak termasuk kelompok pisces tapi mamalia, jadi dia memiliki kelenjar susu, melahirkan anak, bernapas dengan paru2, dan berambut (waah dimana rambutnya?)

Ooow, hampir lupa!! Ada satu makhluk yang jadi favorit gw disana saking ngerinya. Dia adalah GURITA. Gileee..gurita itu ternyata bentuknya juelek amat yak. Kulitnya kayak lembaran2 tipis yang tidak halus tapi totol2, dan kakinya itu looh hueeeek, jijay bangeeet. Gw excited, tp gw jijik, tp gw excited..jadilah gw sibuk motret2 sambil komat kamit bilang “Ya Allah” dan menahan rasa mual :p. Btw, gurita ternyata makhluk pemalu, soo blitz kita ga boleh nyala. Kalo malu, dia ngumpet di pojok kanan atas. Kalo malunya udah hilang, kakinya langsung menyebar, mamerin totol2nya kemana2, huweeekkk..udah ah bahas guritanya! Nih gw kasi foto special tentang si gurita.

Sebenarnya masih banyak yang lain kayak ikan pari kecil yang bisa dipegang2, ada bintang laut, dan ada ikan gede bertampang bloon dan ga punya gigi. Hmm ni ikan mirip ma piranha malasnya tapi ukurannya lebih besar dan stay tune di dekat kaca akuarium jadi kesannya minta dipotret gitu deh! Btw2, kita bisa loh diving di aquarium2 ini. Berikut beberapa pilihannya : Shark Dive Package yaitu menyelam bersama hiu selama 15 menit (Rp 200.000,-), Discovery Dive Package yaitu menyelam di akuarium utama selama 1 jam (Rp 300.000,-), dan Fantastic Dive Package yaitu menyelam bersama hiu selama 15 menit dan akuarium utama selama 1 jam (Rp 400.000,-). Gw sebenarnya pengen nyoba tapi yah malu aj kali ya jadi pusat perhatian orang seantero jagat disana :p.

Naah aquarium utama yang dimaksud di atas adalah ini nih, terowongan yang dindingnya full dari kaca soo..kita bisa liat ikan seliweran di sekeliling kita. Ada eskalatornya yang jalan dengan suangat perlahan hingga lebih cepat jalan kaki sendiri rasanya. Kalau dilihat dari terowongan itu (yang diklaim sebagai terowongan ikan terpanjang di Asia Tenggara), kayaknya tu ikan gede2 semua. Tapi begitu gw liat penampakannya dari atas, ternyata tidak sebesar yg gw duga. Apakah ada efek pembesaran ya di kacanya, hehehe.

Eh..kok dari tadi gw ceritain pengalaman gw terus ya, hueheheheh kan yang mau rekreasi si Alif :D :D . Pokoke dijamin anak2 senang deh datang kesini, recommended buat anak yang usianya 2 tahun ke atas. Sambil rekreasi, sambil belajar. Favorit Alif adalah ikan hiu, ikan hias, dan bintang laut, waaaah lengket terus dia disana. Disana juga ada ular phyton yang besar, gw agak bingung si emang ular masuk jenis ikan-ikanan ya, hmm..

3 jam kita disana, dan akhirnya memutuskan pulang. Di pintu keluar langsung menunggu souvenir shop yang mayoritas isinya adalah boneka. Berhubung gw adalah kolektor magnet kulkas berkualitas, gw cari2 deh…tapi ga ada, aaah. Harusnya tempat dengan tiket 70rb menyediakan magnet kulkas yang rada bagusan dong yah :( . Kalau lapar, langsung ada 3 tempat makan yang berdiri pas di depan pintu keluar. Ada bebek, ada poppeyes, dan apaa gitu. Rasanya biasa semua, jadi mending bawa bekal aj deh kayaknya, hohohoh.

Ok, selamat mencoba Sea World :D

Related posts : Nyobain The Jungle Waterpark Yuu, Teduhnya Waterbom Lippo Cikarang, Gymboree vs Tumble Tots, Rekreasi Sambil Belajar di Gelanggang Samudera Ancol